POHON YANG BERSEDIH

20.16
POHON YANG BERSEDIH

Di sebuah hutan. Hiduplah pohon beringin yang besar dan teduh, tempat aneka satwa hutan bermain dan berlindung dari panas matahari. Pohon Beringin ini selalu ceria dan ramah kepada semua penghuni hutan tersebut. Tapi sudah beberapa hari ini, pohon beringin kelihatan bersedih. Pohon beringin itu terlihat sangat murung… sehingga membuat semua penghuni hutan bingung dan bertanya-tanya. Kenapa ya… Pak Beringin yang biasanya teduh dan  ceria, tiba-tiba menjadi murung dan bersedih.

Kemudian datanglah Kodi si Kodok Budiman dan bertanya “ worrk… worrrk assalamu’alaikum pak beringin, kenapa ya.. bapak pagi-pagi begini sudah bersedih?”
Dengan lesu pak beringin menjawab “ wa’alaikum salam Kodi.. aku memang sedang bersedih karena semua anggota tubuhku sedang bermusuhan…”
“hah?? Bermusuhan kenapa bisa bermusuhan pak? Kodi sangat terkejut mendengar jawaban dari pak beringin.

Dengan wajah murung pak beringin menjawab “ aku tidak tahu sebabnya Kodi.. tapi mulai dari akar, batang, ranting dan daunku semua sedang STK…”
“wah… apa pula STK itu pak? Apa sekolah taman kanak-kanak?” Tanya kodi bingung.
“ha.. ha.. bukan itu Kodi, STK itu… artinya Sudah Tidak Kawan alias sedang jotakkan.. apa ya.. namanya kalau disini? Hmmm pokoknya sedang musuhan gitu deh…”
“ oh… sedang musuhan?
“ itulah masalahnya Kodi.. cobalah lihat kodi, sekarang tubuhku mulai mengering, batangku mulai berkerut, rantingku mulai lemah, daun-daunku mulai layu dan berguguran,..” kata pak beringin memelas
“Apa sudah bapak tanyakan sebabnya, kenapa bisa musuhan?”
“ nah itulah Kodi.. waktu kutanya, semuanya pada diam.. coba  Kodi yang bertanya kepada mereka… siapa tahu mereka mau menjawabnya..” kata pak beringin meminta tolong pada Kodi.
“worrk… worrrk .. baiklah pak.. kodi akan mencoba bertanya ya..
Kemudian kodi melompat menuju ke akar pohon beringin yang sebagian menonjol keluar dari tanah.

“worrk… worrrk .. assalamu’alaikum sahabatku, akar yang baik..” sapa Kodi ramah
“wa’alaikum salam Kodi” jawab akar malas-malasan
“sahabatku yang baik.. bolehkah kodi bertanya..? Tanya kodi lagi
“mau bertanya apa Kodi?”
“begini.. tadi Kodi bertanya pada pak Beringin kenapa bapak bersedih? Terus kata pak beringin, pak beringin bersedih karena seluruh anggota tubuhnya sedang bermusuhan.. kenapa bisa begitu… sahabatku.” Kodi bertanya lagi dengan lembut..
“Hhhh… Kodi.. sebenarnya aku tidak suka bermusuhan.. tapi aku sedang kesal dengan si batang.. itu tuh…” kata akar sambil melirik ke arah batang di atasnya.
“ kenapa sih kesal dengan batang?
“ tentu saja aku kesal… kodi. Coba pikir aja, masak kata batang aku ini jelek.. hitam.. dan kotor lagi…
“ loh… kenapa  batang bisa ngomong begitu?
“ iya nih.. jadi kesal.. terus katanya lagi … tempatku itu paling hina.. karena ditempat paling rendah.. coba… pikir.. pikir..” sungut akar jengkel.
“ o.. begitu ya.. begini aja deh.. akar sahabatku yang baik.. bagaimana kalau aku coba bertanya pada batang.. kenapa dia berkata begitu..” kata Kodi bijak..
“ enggg.. bolehlah.. kalau Kodi rasa itu yang terbaik.. aku akan menunggu apa jawabannya ya..” si akar akhirnya mau menunggu jawaban si batang pohon yang akan ditanya oleh si Kodi


Kemudian si Kodipun memandang Batang dan mulai bertanya ““assalamu’alaikum sahabatku, batang yang gagah..” sapa Kodi ramah
“wa’alaikum salam Kodi yang berbudi, ada kabar apa? Kok tiba-tiba menyapaku?” jawab batang dengan suaranya yang besar dan berwibawa.
“worrkk… emangnya aku gak boleh ya menyapa sahabatnya?”
“ho.. ho.. bukan begitu Kodi, aku Cuma heran kenapa tiba-tiba kau menyapaku”
“ya.. okelah kalau begitu.. aku jelasin ya.. nah.. tadi aku bertemu dengan pak beringin yang bersedih karena semua anggota tubuhnya sedang bermusuhan, kemudian aku bertanya pada akar yang…”
“ yang jelek.. hitam… dan kotor itu?? Hik…” kata batang pongah..
“ nah… betul..betul.. betul.. itulah yang dikeluhkan si akar… katanya si batang selalu menghinanya… begitu”
“ Kodi.. sebenarnya aku tidak bermaksud menghina si akar tapi aku kesal karena ranting juga selalu menyindirku…”
“menyindir bagaimana?
“ kata ranting, aku ini percuma memiliki batang yang besar.. hanya menjadi beban saja untuk akar, katanya.. akukan jadi kesal…”
“ loh… e.. loh… masak ranting bicara begitu.. bukannya ranting juga hidup menempel di batangmu?”
” itulah si ranting itu.. sudah menumpang ditubuhku masih juga begitu sombongnya..
“ tapi kenapa akar yang kau hina?
“habis aku kesal sih… cobalah tanyakan saja pada ranting kenapa selalu menyindirku? Kata batang
“ baiklah batang, akan kutanyakan pada ranting kenapa ranting suka menyindirmu” kodi kemudian melihat ke arah ranting dan bertanya.


“assalamu’alaikum ranting sahabatku, kenapa ya kau selalu menyindir si batang, diakan jadi kesal dan jadi menghina akar.. “
“wa’alaikum salam Kodi, eng… anu.. aku sebenarnya juga sedang kesal dengan daun yang selalu mengejekku..
“kenapa pula dengan daun?
“ daun bilang, tubuhku terlalu kecil dan bercabang-cabang sehingga membuat daun tidak bisa berkumpul di satu tempat yang besar..
“o.. begitu.. masalahnya. Baiklah aku akan bertanya pada daun ya..”
Kodi kembali bertanya dan memandang ke arah daun-daun yang banyak terdapat di ranting-ranting pohon beringin.


““assalamu’alaikum daun-daun sahabatku, maaf ya aku mau bertanya, kenapa ya kalian selalu mengejek si ranting, rantingkan jadi kesal dan akhirnya mengejek si batang.. “
“wa’alaikum salam Kodi, he.. he.. maafkan aku juga … anu.. aku sebenarnya cuma iseng aja.. he.. becanda gitu…
“apa iseng? Astaghfirullah .. daun-daun sahabatku, tahukah kamu akibat perbuatanmu itu? Semua saudaramu menjadi sedih dan saling menjelekkan..
“iya.. akukan sudah bilang maaf.. aku tidak tahu kalau akibatnya akan seperti ini”
“tentu saja akibatnya akan tambah buruk kalau tidak cepat diselesaikan. Coba lihat induk kalian bapak beringin ini.. lihat batangnya mulai kering, demikian juga dengan ranting dan daun-daunmu yang mulai menguning dan akan gugur..
“hu.. hukk.. aku sebenarnya sedih dan mau minta maaf tapi aku malu.. hukkk..”
“iya kodi mengerti.. tapi sebenarnya kalian adalah saudara yang semuanya hebat.. coba bayangkan.. akar itu biarpun tempatnya ditanah yang kotor dan hitam, tapi sangat berjasa karena selalu mencari sari makanan yang disebut unsur hara dari dalam tanah..
“betul..betul.. aku selalu rajin mencari makanan loh…”
“nah.. kemudian sari makanan itu akan dibawa oleh batang untuk diantarkan ke ranting-ranting..”
“hei.. dengar tuh.. akukan bermanfaat juga..”
“tentu saja batang bermanfaat, dan sari makanan yang diantarkan batang ke ranting-ranting itu, lalu dikirimkan ke semua daun-daun yang menjadi zat hijau daun..
“kemudian.. zat hijau daun yang kumiliki ini dimasak dengan bantuan cahaya matahari, sehingga kami bisa terus hidup dan berkembang…” kata daun pada akhirnya
“work..  wah… hebat.. betul itu. Semua bagian dari tubuh pak beringin memberikan manfaat untuk kelangsungan hidup pak beringin… jadi tidak boleh ada yang merasa lebih hebat dong..”
“aduh.. aku menyesal telah membuat kekacauan, maafkan aku ya..” kata daun-daun sedih..
“aku juga..” “aku juga.. menyesal”.. seru akar, batang dan ranting berebutan.
“alhamdulillah… semua sudah menyadari kesalahannya, mudah-mudahan tidak akan terjadi lagi ya…
“iya kodi.. terima kasih sudah mau mengingatkan kami untuk saling menghargai..”
“ Sama-sama.. kalian semua sahabatku. Jadi kita harus saling mengingatkan apalagi semua mahluk hidup selalu saling bergantung karena kita semua bermanfaat.
Pak Beringin sangat gembira karena semua anggota tubuhnya sudah saling bermaafan dan menghargai, sehingga dirinya menjadi segar kembali.
“Terima kasih kodi, kau memang sahabat yang baik. Kita memang harus saling membantu dan menghargai, sebab kata pepatah “bersatu kita teguh bercerai kita runtuh” nah, kalau kita bersatu, maka kita akan tetap kuat, betul kan?”
“betul… betul… betul…” terdengar seruan gembira dari mereka semua.

Sejak itu pak beringin selalu terlihat ceria, semakin besar dan teduh, sehingga semua penghuni hutan makin ramai yang bermain di bawah pohon beringin…

Artikel Terkait

Latest
Previous
Next Post »